Selasa, 22 September 2015

7 days challenge

7 days
menantang diri sendiri
memaksa diri, bukan untuk terpaksa
tapi untuk bisa karna dipaksa
mengabaikan "nanti"

Jumat, 03 Juli 2015

Dia

01 Juli 2015

Dia tiidak pernah ada tapi ada
Dia ada dan akhirnya menjadi tdak ada
tiada
Dia mempunyai nama.
namanya Dia.

Hanya aku yang tahu ini tentang siapa
tentang dia
ada dan menjadi tak ada

Rabu, 20 Mei 2015

Satu nasehat

Ada satu nasehat dari guru Bahasa Indonesia waktu aku duduk di bangku SMA. Beliau masuk dalam daftar guru yang tidak aku suka. gara-garanya cuma satu. Entah ada angin apa atau dapat bisikan dari siapa, si bapak Guruku itu memanggilku didepan (hmm karna aku ngobrol mulu sama teman sebangku)

Guru    : "hei....kamu, iya...kamu majui ke depan"
Aku     : "iya pak...." dengan tenangnya, padahal dalam hati ya serba was-was.
Guru   : " sekarang coba tunjukkan mana utara, selatan, barat dan timur."
Yang aku tau betul waktu itu tema yang dibahas ga ada yang nyinggung arah mata angin. 

Helooo....klo arah mata angin harusnya masuk di kurikulum IPS kala itu. Bukan hal yang susah memang. Tapi masalahnya adalah....aku tak tau arah mata angin, dan si guru ini berhasil menjebak aku dalam pertanyaan di luar konteks pelajaran. Aku masih heran, kok si bapak ini bisa tau ya kalau aku ga tau arah mata angin. haaah.... dan akupun memandang sahabatku yang duduk dideretan belakang. Yang satu tunjuk kanan, yang satu kiri. intinya mereka memberi atah yang berbeda-beda. Pupus sudah harapanku untuk tampil bersahaja di depan teman dan guruku satu itu.
itu adalah semacam kenangan buruk bersama 4 penjuru mata angin dan guruku.
Dan sampai detik dimana aku menuliskan kalimat ini aku sadar, ternyata ga ada nasehat dari beliau yang aku ingat, yang aku ingat cuma kisahku tadi yang cukup (tidak) dramatis.

dan ternyata nasehat yang aku ingat berasal dari salah sati dosen yang wajah, nama apalagi alamat aku tak ingat. Entah waktu itu menyelesaikan ujian atau tugas semacam membuat tulisan. Banyak para mahasiswa yang memegang bolpoint dengan kertas folio yang masih kosong, dengan sendu menatap ke luar jendela berharap inspirasi datang dan menjadi ilham dalam menuliskan jawaban,
Dosenku berkata " kalau ingin menulis, ambil bolpoint lihat kertas dan mulailah menulis, tak ada apa-apa diluar jendela, diatap juga ga ada apa-apa. mulailah menulis "

jadi setiap kali aku memaksakan untuk mencari inspirasi tentang apa yang aku tulis, aku selalu ingat nasehatnya, seperti yang aku lakukan malam ini, menatap atap-atap dari balkon mencari inspirasi, dapat satu kata kemudian tekan delete. dan aku ingat nasehatnya, "mulailah"

maka aku mulai menatap layar komputer dan mulai menari-nari jemariku yang tak lentik ini :)

Sabtu, 09 Mei 2015

usia senja

Saat kedua orang tua kita memasuki usia senja, hanya perhatian yg mereka inginkan. Harta dan sgala hal materi bukan lagi pemuas batin mereka. Sudah berpuluh-puluh tahun mereka habiskan untuk mencari uang demi mengantarkan kesuksesan anak-anaknya. Karena sesungguhnya anak-anak merekalah harta paling berharga. Lantas, saat usia mereka senja perhatian dari anak-anaknyaanak-anaknyalah yg diperlukan. Sekecel apapun perhatian yg diberikan, mereka akan merasakan keberadaan mereka diperhatikan. Mereka tidak merasakan kehilangan anak-anaknya. Love your parents

Sabtu, 07 Maret 2015

Botol bekas #craft for kids

Owl / burung hantu
bahan yang diperlukan :
1. Botol air mineral 1500 ml
2. Kertas Asturo (badan)
3. Kertas kokoru/kertas lipat motif untuk sayap
cara:
1. Potong botol bagian atas (1/3 nya)
2. Lilitkan kertas Asturo gradasi di badan botol (botol yang berlubang dibagian bawah.
3. Lipat ujung kertas sehingga membentuk seperti telinga
4. Potong kertas untuk sayap, mata dan hidung. Tempelkan.
5. Masukkan tangan di bagian bawah dan silahkan bermaiiiin :)

Encouraging Quiet in the Montessori Environment

Encouraging Quiet in the Montessori Environment
This article is about how we promote quiet in the Montessori Environment.
There are some methods that are respectful and considerate of the child:
·        Use sign language
Using the sign for “quiet” is discreet and respectful. It works well for individual children and it is also effective in large group settings.
·        Place a gentle hand on the child’s shoulder. No words are needed.
The calm reassuring touch quickly redirects focus and attention.
·        Use specific language. Example: “Noah can’t hear my lesson when you are humming.
·        Turn down competing sounds. Take notice of the classroom. Perhaps, the music (CD) is too upbeat to play during the morning work cycle.
·        Go outside, and let the children use their outside voices. Nature is a wonderful way to balance behavior.

The most powerful tool a Montessori teacher has to quiet and calm behavior is to consistently model appropriate behavior and volume. If we are loud, expect the children to be load. If speak in soft, calm tones, the children will too.
The silence game as a way of alerting children to listen to the world around them. For example, rain is a welcoming sound. Instead of telling the children it is raining, ring a chime and everyone stops what they are doing to listen.
The silence game can be a part of daily ritual or one that you play often. It will only serve to heighten the awareness of the children in your Montessori classroom by allowing them to reflect upon the world around them.

Montessori Silent Game
The silence game part 1
Dr. Montessori created silence game while working with children who were partially deaf. After observation, she noticed that their hearing improved when they were given opportunity to listen carefully for sounds. A similar activity is now implemented in Montessori schools all around the world and it is called “silent game”.
To implement the silent game, start by talking with the children about what it means to be silent. Invite them to close their eyes and listen to the sounds in the classroom for ten seconds and when time is up, raise their hand to share what they heard. Before playing the game, it is important that each child understand what it means to be silent and they have the opportunity to listen for the sound around them. Choose a time of day when the group is relatively calm and then proceed with the steps below:
·        Once everyone is sitting at circle time, make sound on our calming chime and the children know it is time to tuck their sounds away and listen.
·        Explain that we are going to play game called “the silent game”.
·        Explain that they need to keep their bodies still calm and to not make a sound, also let them know that they can play the game with their eyes open or with their eyes
·         
·        closed.
·        For the teacher, stand at the back of the classroom and quietly call the name of each child. Start with a few of the older children who are normalized and understand how to play game.
·        Make sure call each child’s name and once everyone is with teacher at the back of the room, thank each of them for playing the silence game and then send them one by one to choose some work from the shelves.
If there was a lot of fidgeting and noises throughout the silence game, next time make a point to reinforce the importance of being completely still and quiet and talk about how much harder it is to hear each name being called when children are moving and makes noises.

Variations on the Montessori silence game for developing skills
Variations on the Montessori silence game:
·        Darken the room and light candle while the silence game is taking place
·        Ring a bell to signal the starting of the silence game and ring a bell to signal the end of the silence game
·        You can have the children a task to focus on during the silence game.
For example, you can challenge them to hear noises that they may not normally be aware of. Once the silence game had ended, encourage them to share with the group what they heard.
·        If you have older children, you can simple have a sign that has the word “SILENCE” written on it and when you walk around the room holding up the sign, they will know that it’s time to tuck their sounds away and work silently until they hear a signal that ends silent work time such us bell or chime.
·        Create opportunity for children to enjoy silence on their own. Place a basket on a shelf in which there would be a mat to sit on as well as one-minute sand timer. The child simply takes the basket to a spot on the floor and removes the contents. The child should sit on the silence mat with their legs crossed and flip over the one minute timer. The child needs to sit very still and quiet for the duration of the time while focusing on the sounds around them.


The silence game takes practice. Young children and those who are not yet normalized have relatively short attention spans and find it ever so difficult to remain still and quiet for more than 20-30 seconds. With practice, attention spans lengthen and children learn to relax, absorb, and appreciate the world around them.

Doaku untuk para imam katolik

Saat seseorang memutuskan untuk menjadi seorang Imam (pastor) itu adalah hal luar biasa bagiku.
Betapa mereka peka terhadap pamggilanNya untuk berkarya, mengabdi dan mencintai umat tanpa dibalas cinta yang tulus (kadang)
Dan....para Imam  itu tetaplah manusia biasa.
Mereka pilihan Tuhan, tapi bukan berarti manusia sempurna.
Lantas...saat mereka para Imam melakukan kesalahan, apa hak kita untuk menghujat mereka ?
Tak pernah kita berpikir perjuangan mereka, salib yang mereka panggul dan hal-hal yang rela mereka tinggalkan untuk berkarya.
Mereka jugalah pribadi unik yang memiliki karakter yang berbeda tiap individu.
Lantas....apa hak kita menuntut mereka untuk seperti Imam2 lain yang mungkin menjadi Imam favorit terdahulu ?
Apa hak kita untuk menyamaratakan mereka dengan melupakan bahwa para Imam juga berkarya dengan keunikan masing-masing?
Karena kita umat katolik lantas itu menjadikan kita punya hak ?
Wahai para saudara-saudaraku seiman....
alih-alih menghujat, bawalah ketidakpuasanmu itu ke dalam untain doa.
Doakanlah para Imam kita untuk berkarya dengan lebih baik.
Pernah kau bayangkan hati seorang ibu yang mendengar bahwa anaknya yang rela menjadi Imam dihujat dibelakangnya??

Dan untuk para Imam, pastor yang sedang berkarya...
sebagian dari kalian telah menginspirasiku.
Semoga untain Doa ini menjadi setetes air yang menyejukkan dalam panas dan teriknya duniawi.

Tuhan......
Semoga para Imam selalu Engkau kuatkan dalam memenuhi panggilanMu.
Sejukkanlah hati mereka semua saat terasa kering dan hampa.
Jadikanlah selalu kata-kata yang keluar dari mulut mereka menjadi untaian harapan untuk para umat
Jadikanlah jamahan tangannya selalu penuh kehangatan dan cinta untuk sesama.
Jagalah mereka dengan cinta kasihMu yang tak terbatas
Karuniakanlah kedamaian selalu di hati mereka. Amin.